Archive for April, 2008

peta kebumen

Kabupaten Kebumen

Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Langsung ke: navigasi, cari

Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia
Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifisasi artikel.
Setelah dirapikan, tolong hapus pesan ini.
Kabupaten Kebumen

Lambang Kabupaten Kebumen
Locator_kabupaten_kebumen.png
Peta lokasi Kabupaten Kebumen
Koordinat : -
Motto: kebumen beriman
Provinsi Jawa Tengah
Ibu kota Kebumen
Luas 1.281,115 km²
Penduduk
· Jumlah 1.212.809 (2005)
· Kepadatan 947 jiwa/km²
Pembagian administratif
· Kecamatan 26
· Desa/kelurahan 449/11
Dasar hukum UU No. 13/1950
Tanggal -
Hari jadi {{{hari jadi}}}
Bupati Dra. Rustriningsih, M.Si.
Kode area telepon 0287
APBD {{{apbd}}}
DAU Rp. 362.789.000.000
Suku bangsa {{{suku bangsa}}}
Bahasa {{{bahasa}}}
Agama {{{agama}}}
Flora resmi {{{flora}}}
Fauna resmi {{{fauna}}}
Zona waktu {{{zona waktu}}}
Bandar udara {{{bandar udara}}}

Situs web resmi: http://www.kebumenkab.go.id/

Kabupaten Kebumen, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibukotanya adalah Kebumen.

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting] Perbatasan

[sunting] Geografi

Secara geografis Kabupaten Kebumen terletak pada 7°27′ - 7°50′ Lintang Selatan dan 109°22′ - 109°50′ Bujur Timur. Bagian selatan Kabupaten Kebumen merupakan dataran rendah, sedang pada bagian utara berupa pegunungan, yang merupakan bagian dari rangkaian Pegunungan Serayu. Di selatan daerah Gombong, terdapat rangkaian pegunungan kapur, yang membujur hingga pantai selatan. Daerah ini terdapat sejumlah gua dengan stalagtit dan stalagmit.

[sunting] Sejarah rakyat

Nama Kebumen konon berasal dari kabumian yang berarti sebagai tempat tinggal Kyai Bumi setelah dijadikan daerah pelarian Pangeran Bumidirja atau Pangeran Mangkubumi dari Mataram pada 26 Juni 1677, saat berkuasanya Sunan Amangkurat I. Sebelumnya, daerah ini sempat tercatat dalam peta sejarah nasional sebagai salah satu tonggak patriotik dalam penyerbuan prajurit Mataram di zaman Sultan Agung ke benteng pertahanan Belanda di Batavia. Saat itu Kebumen masih bernama Panjer.

Salah seorang cicit Pangeran Senopati yaitu Bagus Bodronolo yang dilahirkan di Desa Karanglo, Panjer, atas permintaan Ki Suwarno, utusan Mataram yang bertugas sebagai petugas pengadaan logistik, berhasil mengumpulkan bahan pangan dari rakyat di daerah ini dengan jalan membeli. Keberhasilan membuat lumbung padi yang besar artinya bagi prajurit Mataram, sebagai penghargaan Sultan Agung, Ki Suwarno kemudian diangkat menjadi Bupati Panjer, sedangkan Bagus Bodronolo ikut dikirim ke Batavia sebagai prajurit pengawal pangan.

[sunting] Luas Wilayah dan Penggunaan

Kabupaten Kebumen mempunyai luas wilayah sebesar 128.111,50 ha atau 1.281,11 km² dengan kondisi beberapa wilayah merupakan daerah pantai dan pegunungan, namun sebagian besar merupakan dataran rendah.

  • Dari luas wilayah Kabupaten Kebumen, tercatat 39.745,00 hektar atau sekitar 31,02% sebagai lahan sawah dan 88,366.50 hektar atau 68.98% sebagai lahan kering.
  • Menurut penggunaannya, sebagian besar lahan sawah beririgasi teknis dan hampir seluruhnya (46,29%) dapat ditanami dua kali dalam setahun, sebagian lagi berupa sawah tadah hujan (33,45%) yang di beberapa tempat dapat ditanami dua kali dalam setahun, serta 20,26% lahan sawah beririgasi setengah teknis dan sederhana.
  • Lahan kering digunakan untuk bangunan seluas 36.399,00 hektar (41,19%), tegalan/kebun seluas 28.988,00 hektar (32,80%) serta hutan negara seluas 16.861,00 hektar (19,08%) dan sisanya digunakan untuk padang penggembalaan, tambak, kolam, tanaman kayu-kayuan, serta lahan yang sementara tidak diusahakan dan tanah lainnya.

[sunting] Pembagian administratif

Kabupaten Kebumen terdiri atas 26 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah 449 desa dan 11 kelurahan dengan jumlah Rukun Warga (RW) sebanyak 1.877 buah dan dibagi menjadi 6.755 buah Rukun Tetangga (RT). Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Kebumen.

Banyaknya Wilayah Administratif di Kabupaten Kebumen tahun 2003-2005
Uraian 2003 2004 2005
Jumlah kecamatan 26 26 26
Jumlah desa 449 449 449
Jumlah kelurahan 11 11 11
Jumlah RW 1.917 1.877 1.877
Jumlah RT 6.850 6.755 6.755

Di samping Kebumen, kota-kota kecamatan lainnya yang cukup signifikan adalah Gombong, Karanganyar, Kutowinangun, Ayah, dan Sempor.

[sunting] Pegawai Negeri Sipil

Pada tahun 2005 di Kabupaten Kebumen tercatat jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) Otonom sebanyak 13.013 orang dan PNS Instansi Vertikal sebanyak 1.414 orang sehingga jumlah PNS secara keseluruhan sebanyak 14.427 orang. Dari jumlah tersebut 61,39% adalah PNS laki-laki, dan PNS perempuan sebanyak 38,61%.

[sunting] Daftar Pemimpin Kebumen

Nama-Nama Tumenggung/Adipati/Bupati yang Pernah Memimpin Kebumen
No. Nama Tahun Nama Daerah
1 Panembahan Bodronolo 1642-1657 Panjer
2 Hastrosuto 1657-1677 Panjer
3 Kalapaking I 1677-1710 Panjer
4 KRT.Kalapaking II 1710-1751 Panjer
5 KRT.Kalapaking III 1751-1790 Panjer
6 KRT.Kalapaking IV 1790-1833 Panjer
7 KRT. Arungbinang IV 1833-1861 Panjer
8 KRT. Arungbinang IV 1861-1890 Kebumen
9 KRT. Arungbinang IV 1890-1908 Kebumen
10 KRT. Arungbinang IV 1908-1934 Kebumen
11 KRT. Arungbinang IV 1934-1942 Kebumen
12 R. Prawotosoedibyo S. 1942-1945 Kebumen
13 KRT. Said Prawirosastro 1945-1947 Kebumen
14 RM. Soedjono 1947-1948 Kebumen
15 R.M. Istikno Sosrobusono 1948-1951 Kebumen
16 R.M. Slamet Projorahardjo 1951-1956 Kebumen
17 R. Projosudarto 1956-1961 Kebumen
18 R. Sudarmo Sumohardjo 1961-1963 Kebumen
19 R.M. Suharjo Notoprojo 1963-1964 Kebumen
20 DRS. R. Soetarjo Kolopaking 1964-1966 Kebumen
21 R. Suyitno 1966-1968 Kebumen
22 Mashud Mertosugondo 1968-1974 Kebumen
23 R. Soepeno Soerjodiprodjo 1974-1979 Kebumen
24 DRS. H. Dadiyono Yudoprayitno 1979-1984 Kebumen
25 DRS. Iswarto 1984-1985 Kebumen
26 H. M.C. Tohir 1985-1990 Kebumen
27 H.M. Amin Soedibyo 1990-1995 Kebumen
28 H.M. Amin Soedibyo 1995-2000 Kebumen
29 Dra. Rustriningih, M.Si. 2000-2005 Kebumen
30 DRA. Rustriningsih, M.Si. 2005-…….. Kebumen

[sunting] Legislatif

Pada Pemilihan Umum (Pemilu) yang dilaksanakan untuk memilih anggota legislatif pada bulan April 2004 di Kabupaten Kebumen tercatat 810.350 pemilih dan yang melaksanakan hak pilihnya sebanyak 674.771 pemilih yang tersebar di 2.995 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Perolehan suara sah yang tercatat di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Kebumen untuk DPR, DPRD I, DPRD II, dan DPD pada Pemilu bulan April 2004 adalah berturut-turut untuk DPR sebanyak 608.088 suara, DPRD I sebanyak 599.689 suara, DPRD II sebanyak 620.765 suara serta DPD sebanyak 574.159 suara.

Dari lembaga legislatif dapat digambarkan kegiatan sidang yang dilaksanakan selama tahun 2005 oleh Komisi A sebanyak 40 kali, Komisi B sebanyak 23 kali, Komisi C sebanyak 22 kali, Komisi D sebanyak 17 kali, sedangkan rapat/sidang gabungan komisi sebanyak 3 kali. Kegiatan sidang pleno DPRD Kabupaten Kebumen sebanyak 25 kali dan pada sidang-sidang tersebut dihasilkan 29 buah Surat Keputusan DPRD dan 2 buah Peraturan Daerah (Perda). Sedangkan rapat/sidang panitia yang dirinci sebagai berikut: sidang Panitia Musyawarah sebanyak 5 kali, sidang Panitia Anggaran sebanyak 12 kali, sidang Panitia Khusus sebanyak 22 kali, dan sidang pimpinan sebanyak 52 kali.

[sunting] Penduduk

Penduduk Kabupaten Kebumen pada tahun 2005 tercatat 1.212.809 jiwa, mengalami pertumbuhan sebesar 0,79% dari tahun sebelumnya, dengan jumlah rumah tangga sebanyak 293.373 rumah tangga sehingga rata-rata jumlah jiwa per rumah tangga sebesar 4 jiwa. Kepadatan penduduk Kabupaten Kebumen sebesar 947 jiwa/km², dengan Kecamatan Kebumen merupakan daerah terpadat penduduknya dengan 2.867 jiwa/km² dan Kecamatan Sadang merupakan daerah terjarang penduduknya dengan 351 jiwa/km².

Jumlah penduduk laki-laki sebanyak 612.467 jiwa dan perempuan sebanyak 600.342 jiwa sehingga sex-ratio-nya sebesar 102. Ditinjau dari distribusi/persebaran penduduknya, penduduk terbanyak di Kecamatan Kebumen, yaitu sebesar 9,94 persen, dan penduduk paling sedikit di Kecamatan Padureso sebesar 1,16% dari seluruh penduduk Kabupaten Kebumen.

Dilihat menurut kelompok umur, penduduk di bawah 15 tahun sebesar 30,45% atau 369.329 jiwa dan penduduk usia 65 tahun ke atas berjumlah 92.600 jiwa atau 7,64 persen, sedang penduduk usia 15 – 65 tahun sebanyak 750.880 atau 61,91 persen.

Banyaknya Rumah tangga dan Penduduk Kabupaten Kebumen tahun 2003-2005
Uraian 2003 2004 2005
Rumah Tangga 288.852 291.104 293.373
Penduduk laki-laki 603.022 607.670 612.467
Penduduk perempuan 590.956 595.645 600.342
Penduduk usia produktif (15-64 th) 739.212 744.972 750.880
Penduduk usia tidak produktif (0-14Th & 65Th+) 454.766 458.343 461.929
Angkatan kerja 649.632 654.634 659.809
Bukan angkatan kerja 313.134 315.661 318.133

[sunting] Transportasi

Kebumen berada di jalur lintas selatan Pulau Jawa. Angkutan umum antarkota dilayani oleh bus dan kereta api. Stasiun kereta api Kebumen adalah yang terbesar, di samping stasiun kecil lainnya seperti Prembun, Karanganyar, Soka, Kutowinangun, dan Gombong. Di antara kereta api yang melintasi Kebumen adalah Senja Utama dan Fajar Utama (Jakarta-Yogyakarta), Argo Wilis (Bandung-Surabaya), Bima (Jakarta-Surabaya), Logawa (Purwokerto-Surabaya-Jember), dan Kutojaya (Kutoarjo-Jakarta).

[sunting] Pariwisata

Goa Jatijajar

Dibentuk alam selama ribuan tahun, muncullah sebuah karya nan indah yang menawarkan nuansa lain. Tempat berpetualang di perut bumi, namun santai dan menyenangkan yang terletak 21 kilometer ke arah selatan Gombong, atau 42 kilometer arah barat Kebumen.
Gua Jatijajar berada di kaki pegunungan kapur. Objek wisata ini sungguh sangat menarik. Pegunungan kapur ini memanjang dari utara dan ujungnya di selatan menjorok ke laut berupa sebuah tanjung.
Sebagaimana umumnya objek wisata lain di Indonesia, yang hampir selalu menyimpan legenda, Gua Jatijajarpun tak terkecuali. Kata yang punya cerita, Gua Jatjajar ini pada jaman dahulu merupakan tempat bersemedi Raden Kamandaka, yang kemudian mendapat wangsit. Cerita Raden Kamandaka ini kemudian dikenal dengan legenda Lutung Kasarung. Visualisasi dari legenda tersebut dapat kita lihat dalam diorama yang ada di dalam goa itu.
Masuk ke dalam gua ini, bagaimanapun ada rasa degdegan. Betapa tidak! Karena merasa seperti masuk ke dalam mulut binatang purba Dinosaurus. Tambah ngeri lagi jika membayangkan gelapnya suasana di dalam perut dinosaurus tersebut. Namun rasa cemas itu segera sirna, sebab ruangan diterangi oleh lampu listrik dari ujung ke ujung. Meski mulut gua cukup lebar, namun ruang perut dinosaurus lebih lebar lagi. Pada langit-langit terdapat sebuah lubang sebagai ventilasi. Di tengah-tengah terdapat kursi melingkar tempat duduk pengunjung sambil menikmati indahnya ornamen stalagtit dan stalagnit serta diorama legenda Lutung Kasarung.
Setelah puas menyaksikan sajian ini, perjalanan dilanjutkan dengan menuruni tangga menuju ruang yang merupakan bagian ekor dari dinosaurus tersebut. Di dalam ruang ini, Anda dapat melihat sumber mata air yang disebut Sendang. Jumlah sendang tersebut ada 4 buah, yaitu Sendang Mawar, Kantil, Jombor dan Puserbumi. Sendang Mawar dipercayai mempunyai kekuatan gaib yang bisa membuat seseorang tetap awet muda, karenanya setiap pengunjung selalu menyempatkan diri untuk membasuh muka dengan air Sendang Mawar tersebut.
Dipenuhi oleh rasa kagum dan terpesona, tanpa terasa Anda telah menempuh jarak 250 meter menyusuri perut dinosaurus. Fantastis bukan? Dan itulah kenyataannya. Bukan itu saja, bahkan tanpa Anda sadari, Anda telah masuk ke perut bumi sedalam 40 meter. Benar-benar suatu petualangan yang santai yang hanya bisa dicicipi di Taman Wisata Gua Jatijajar.
Terletak 21 Km sebelah barat daya Kecamatan Gombong, atau 42 Km sebelah barat daya kota Kebumen. Legenda di dalam goa menggambarkan legenda Raden Kamandaka atau legenda Lutung Kasarung. Panjang goa adalah 250 meter. Di area Goa Jatijajar ini juga terdapat beberapa goa lainnya, seperti Goa Intan dan Goa Dempok serta tersedia taman dan Pulau Kera. Untuk menuju ke obyek wisata ini telah tersedia sarana dan prasara transportasi, penginapan serta rumah makan yang relatif representatif. Patung Dinosaurus yang seolah memuntahkan air dalam lokasi wisata ini sebenarnya merupakan muara dari mata air dari dalam Goa Jatijajar yang tiada pernah berhenti walau musim kemarau sekalipun.
Obyek wisata Goa Jatijajar dilengkapi taman yang asri yang dilengkapi dengan taman bermain. Taman ini diberi nama Pulau Kera, karena di taman ini terdapat banyak patung kera. Di gerbang mulut Goa Jatijajar, terdapat lobang di antara stalagnit, sehingga bila cahaya matahari masuk terlihat sangat indah. Goa Jatijajar merupakan bukti dari legenda Kamandaka (Lutung Kasarung), di mana kisah ini secara tersirat dikisahkan melalui patung-patung yang ada di dalam Goa Jatijajar. Di dalam Goa Jatijajar terdapat sebuah mata air (sendang) yang konon kabarnya akan membuat awet muda bagi yang mencuci muka di sana.
Di samping Goa Jatijajar, masih terdapat goa yang lain seperti Goa Dempok ini. Stalagtit yang terdapat di dalam Goa Dempok terbentuk secara alami selama ratusan atau bahkan ribuan tahun yang lalu. Hingga kini masih terjaga keasliannya. Goa Intan berada satu lokasi dengan obyek wisata Goa Jatijajar. Goa ini memiliki keunikan tersendiri dengan langit goa yang relatif tidak terlalu tinggi.[1]

Goa Petruk

Terletak 7 Km selatan Goa Jatijajar. Petruk diturunkan dari nama pengikut setia Pandawa dalam cerita pewayangan. Goa ini sangat mempesona. Tetesan air kapur terdengar bagaikan kebisingan yang tiada henti. Banyak stalaktit yang menyerupai bentuk kehidupan di dunia, seperti halnya stalaktit seperti anjing duduk ini. Stalaktit ini sangat memukau pengunjung karena menyerupai tokoh Semar dalam cerita pewayangan. Gorden raksasa akan mengingatkan betapa Maha Kuasanya Tuhan YME dan segala ciptaannya di bumi dan di langit.
Boneka-boneka mungil terdapat di dalam Goa Petruk di antara aliran air dalam gua yang sejuk. Stalaktit ini sangat mirip dengan payudara yang tidak terdapat di tempat lain. Tangan anda dapat menyentuhnya karena dinding goa yang tidak terlalu tinggi.

Pantai Ayah

Terletak 9 Km dari Goa Jatijajar. Pantai pasirnya sangat luas dan mempesona. Wisatawan dapat menyewa perahu sambil menatap indahnya perbukitan. Di sini anda dapat menyaksikan matahari tenggelam yang mengagumkan.

Pantai Karangbolong

Nuansa perbukitan yang asri dan lambaian pohon kelapa serasa menyejukkan hati. Pantai Karangbolong menyimpan berbagai keindahan. Di samping pantai yang menawan, Pantai Karangbolong juga menyimpan keindahan karang dengan sarang burung waletnya.

Pantai Petanahan

Terletak 17 Km Barat daya Kota Kebumen. Dengan ombak besarnya, Pantai Petanahan memiliki daya tarik tersendiri. Di lokasi ini juga dilengkapi panggung terbuka bagi acara-acara seni rakyat.

Arum Jeram Pedegolan

Lokasinya sepanjang Sungai Padegolan yang akan membuat hidup bagai mimpi. Jika anda petualang sejati, cobalah arungi tantangan ini dan raih kemenangan alami.

Pantai Pasir

Pantai Pasir terletak 24 Km sebelah selatan Kota Gombong atau 7 Km sebelah barat Pantai Karangbolong. Di balik keindahan alam yang memukau, Pantai Pasir diyakini masyarakat setempat sebagai pintu gerbang Istana Nyi Roro Kidul. Adapun pintu gerbang tersebut berupa batu karang yang seperti berujud beruang yang sedang minum air telaga. Di samping wisata alam pantai yang menawan, Pantai Pasir juga merupakan lokasi menarik bagi yang suka berbelanja hasil laut, karena Pantai Pasir juga merupakan tempat pelelangan ikan (TPI) utama Kabupaten Kebumen. Pemandangan di sekeliling Pantai Pasir merupakan perpaduan antara alam laut yang indah, pegunungan yang anggun serta wilayah pertanian dan pertambakan yang subur. Pantai Pasir dipercayai sebagai pintu gerbang Nyai Roro Kidul.

Pantai Tanjung Bata dan Menganti

Pantai Tanjung Bata dan Pantai Menganti memiliki karang terjal dengan bukit yang keperak-perakan serta pasir putih yang menawan.
Kedua pantai ini merupakan obyek wisata bagi wisatawan yang menyukai tantangan dan sedikit resiko. Lokasinya 7 Km dari Pantai Ayah. Untuk menuju lokasi ini wisatawan harus berjalan kaki sejauh 3 Km dari lokasi parkir kendaraan terdekat. Bentangan datar dekat Pantai Tanjungbata begitu indahnya. Panorama alam pantai yang menawan. Kerasnya ombak Pantai Selatan tidak menggoyahkan tebing karang yang tegar ini. Bentuk karang laut inilah yang membuat pantai ini disebut Tanjungbata karena bentuknya yang mirip batu bata raksasa. Bila anda pernah datang ke Pantai Kuta Bali, maka anda akan merasakan kekaguman yang sama saat melihat Pantai Pasir Putih Menganti ini. Ombak yang tidak terlalu keras membuat obyek wisata ini sangat menarik sebagai lokasi santai sambil bermain di pantai pasir putih yang lembut. Investasi di Pantai ini merupakan tantangan bagi investor yang berminat mengembangkannya.

Pemandian Air Panas Krakal

Pemandian Air Panas Krakal memiliki mata air yang tidak pernah kering walau musin kemarau panjang sekalipun.

Waduk Serbaguna Sempor

Waduk Serbaguna Sempor memiliki pemandangan alam indah, dilengkapi dengan arena bermain anak-anak, tempat parkir, cottage serta panggung terbuka.

Waduk Wadas Lintang

Waduk Wadaslintang mempunyai luas sembilan kali Waduk Sempor. Letaknya 34 Km arah timur laut Kota Kebumen.

Benteng Van Der Wijck

Terletak di Kota Gombong Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Dibangun pada abad ke XVIII oleh Belanda untuk pertahanan, dan bahkan kadang-kadang untuk menyerang. Nama benteng ini diambil dari Van Der Wijck, nama yang terpampang pada pintu sebelah kanan, kemungkinan nama komandan pada saat itu. Mudah dicapai dengan kendaraan pribadi atau dengan transportasi umum 21 Km dari Kebumen, atau 100 Km dari Candi Borobudur. Benteng ini kadang dihubungkan dengan nama Frans David Cochius (1787 - 1876), seorang jenderal yang bertugas di daerah barat Bagelen yang namanya diabadikan menjadi Benteng Generaal Cochius. Selanjutnya benteng pertahanan ini digunakan untuk sekolah militer.
Data teknis benteng:
Luas benteng atas 3606,625m2.
Benteng bawah 3606,625 m2.
Tinggi benteng 9,67 m, ditambang cerobong 3,33 m.
terdapat 16 barak dengan ukuran masing-masing 7,5 x 11,32 m.

[sunting] Makanan khas

  • nasi penggel
  • lanthing
  • sate ambal
  • kethek
  • lenthis
  • thepleng pejet
  • jipang kacang
  • sale pisang
  • lanting

[sunting] Pranala luar

Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah
Kecamatan: Adimulyo | Alian | Ambal | Ayah | Bonorowo | Buayan | Bulupesantren | Gombong | Karanganyar | Karanggayam | Karangsambung | Kebumen | Klirong | Kutowinangun | Kuwarasan | Mirit | Padureso | Pejagoan | Petanahan | Poncowarno | Prembun | Puring | Rowokele | Sadang | Sempor | Sruweng
Jawa Tengah

Comments off

orang kebumen

Sungai Luk Ulo Jadi Ladang Perburuan Batu

JANGAN mengaku orang Kebumen kalau tidak kenal Sungai Luk Ulo. Sungai ini merupakan salah satu sungai utama di Kebumen. Pemerhati masalah Kebumian dan batu mulia pasti telah mengenal dengan baik nama ini, sebab di sepanjang sungai banyak dijumpai situs kebumian yang menarik dan bernilai ilmiah tinggi.

Bagi pecinta batu akik, sepanjang daerah aliran Sungai Luk Ulo juga merupakan ladang perburuan batu yang dipercayai mempunyai kekuatan supranatural . Luk Ulo mempunyai makna berkelok-kelok laksana seekor ular yang bergerak. Nama ini muncul karena sungai secara fisik terlihat berkelok-kelok yang dalam pengertian geomorfologi disebut meander.

Dalam ilmu kebumian, Sungai Luk Ulo termasuk sungai antecedent, yaitu jenis sungai yang memotong struktur geologi utama daerah tersebut, dan termasuk stadium dewasa. Tingkat kedewasaan sungai ini terlihat dari pola meander serta endapan undak sungai yang terbentuk pada posisi jauh dari sungai utama. Tingkat kedewasaan sungai ini nampaknya sejalan dengan semakin banyaknya permasalahan lingkungan yang ada.

Pasir, kerikil, kerakal serta berbagai jenis batu alam sungai ini, setiap hari diangkut untuk keperluan bangunan dan ornamen taman yang dijual keluar daerah atau di sekitar kota Kebumen. Dalam satu hari, paling tidak 340 - 500 truk mengangkut pasir di Luk Ulo yang lalu lalang pada siang ataupun malam hari. Hal ini berarti sekitar 1500 m3 /hari atau 540.000 m3/ tahun, pasir diangkut dari dasar sungai. Pada saat sibuk antara pukul 09.00 - 16.00 w.i.b serta cuaca cerah, kepadatan truk pengangkut pasir sekitar dua truk/ 3.5 menit atau berkisar antara 40 - 35 truk/jam. Kerikil maupun kerakal yang berbentuk bulat atau lonjong dari jenis kuarsa, jasper, dasit dan sekis mika banyak dimanfaatkan untuk batu taman.

Disenangi

Selain itu, bongkah batu alam berbagai jenis dengan beragam ukuran dan bentuk menarik juga banyak disenangi orang kota untuk hiasan rumah atau taman. Daerah Aliran Sungai (DAS) Luk Ulo hulu dengan luas sekitar 43.197 ha, merupakan suatu wilayah ekosistem yang dibatasi oleh topografi punggungan pemisah air (water devide) dan berfungsi sebagai pengumpul, penyimpan, dan penyalur air, sedimen, dan unsur hara dalam sistem sungai yang keluar pada outlet tunggal bukanlah berasal dari sistem gunung api aktif semacam Gunung Merapi tetapi dari rangkaian pegunungan berumur sangat tua dan bernilai ilmiah tinggi.

Pasir, kerikil, dan bongkah batu Luk Ulo bukanlah dari muntahan lahar/lava gunung api yang selalu diperbaharui tetapi berasal dari tingginya pelapukan dan erosi berbagai macam batuan yang ada di bagian hulu, oleh karena itu, komposisi pasir Luk Ulo sangat bervariasi. Sekitar 79.26 % lahan mempunyai kemiringan 30 - 70 %, dan sebagian besar digunakan untuk hutan pinus dan tegalan, kedalaman profil tanah 0 - 30 cm dengan tingkat erosi sedang - berat. Tingginya erosi di hulu DAS, tentu akan berakibat pada turunnya tingkat kesuburan tanah, potensi banjir serta gerakan tanah, namun pada sisi, lain justru merupakan limpahan harta bagi penambang pasir.

Dengan semakin meningkatnya pembangunan, maka kebutuhan pasir dan batu juga meningkat tajam yang berakibat pada tingginya aktivitas penambangan. Penambangan tanpa aturan, identik dengan proses destruktif karena aktivitasnya tidak terkendali sehingga akan dapat merubah roman muka bumi secara berlebihan. Pada tahun 1970-an, pasir Luk Ulo di sekitar Kota Kebumen masih banyak, namun sekarang sudah hampir habis, sehingga penambangan bergerak ke arah utara hingga mencapai kilometer ke-18 dari kota ke arah hulu.

UU lingkungan mengamanatkan persyaratan penambangan, bahkan pemerintah daerah juga sudah memasang papan larangan penambangan disekitar bangunan fisik seperti jembatan, bendung, pondasi jalan serta kelokan-kelokan sungai yang membahayakan, namun tampaknya penambang justru merasa bangga dengan melakukan penambangan di lokasi terlarang dengan memasang atribut partai pada papan larangan atau memindahkan/mencopot papan larangan tersebut. Sebagian besar penambang pasir Luk Ulo merupakan penambang illegal. Hal ini tentu sangat berpengaruh terhadap pendapatan daerah/negara. Petugas yang berwenang tentu akan mengalami kesulitan untuk melakukan penarikan pajak/retribusi maupun pembinaan. Penambang bukanlah satu-stunya pihak yang dapat dipersalahkan, namun pembinaan, persuasi, dan ketegasan penegak aturan (petugas) juga perlu dilakukan.

Penambangan pasir Luk Ulo yang berlebihan, telah merugikan masyarakat banyak baik secara langsung maupun tidak. Dengan pengerukan material yang berlebihan pada dasar ataupun meander sungai, maka pola arus alamiah sungai berubah. akibatnya, erosi horizontalnya bertambah luas. Dampak yang sangat terasa adalah longsornya dataran sungai yang sekarang banyak digunakan untuk sawah dan permukiman (sekitar Widoro, Seling dan Logandu); longsornya tebing jalan di utara bendung Kaligending, Desa Widoro serta Pucangan ; menggantungnya sipphon saluran air kemangguan serta runtuhnya bendung beronjong batu di bawahnya beberapa tahun lalu. Kepadatan arus lalu lintas pengangkut pasir yang kelebihan beban juga telah merusak jalan hingga Km - 19, membuat kebisingan, mengganggu kelancaran lalu lintas serta bertebarnya debu yang mengganggu kesehatan.

Kerusakan bangunan fisik dapat dihitung dan dilihat lebih cepat dibanding dengan gangguan kesehatan dan sosial. Kerusakan jalan setiap tahunnya tidak kurang dari Rp 400 juta. Sementara itu, kerusakan sawah, tebing jalan, dan bangunan fisik lainnya lebih besar dari kerusakan jalan.

Hanya Rp 12 Juta

Kebumen menyebutkan bahwa pajak daerah gol C dari pasir Luk Ulo yang masuk ke kas daerah hanya Rp 12 juta / tahun. Hal ini tentu jauh sekali dari kerusakan yang diakibatkan, dan biaya yang harus dikeluarkan pemerintah /Pemda untuk merehabilitasi jalan dan bangunan fisik lainnya. Kerusakan lingkungan akibat penambangan pasir Luk Ulo tidak harus diatasi dengan penghentikan total aktivitas penambangan karena akan menimbulkan dampak sosial ekonomi yang cukup luas.

Sebagai gambaran dari data survei yang dilakukan, ternyata peredaran uang di sekitar penambangan pasir Luk Ulo tidak kurang dari Rp 13,6 juta pada siang hari atau sekitar Rp 4,896 milyar/tahun yang jatuh ke tangan penambang/pengayak, buruh angkut, keamanan, dan jalan desa. Uang tersebut berasal dari pengeluaran supir truk yang harus membeli pasir, membayar buruh angkut serta keamanan. Kerusakan lingkungan yang terjadi harus dapat ditekan/diminimalisir, sehingga dampak negatifnya tidak besar.

Beberapa langkah yang perlu dilakukan adalah dengan membentuk wadah/asosiasi penambang pasir, melakukan pembinaan/persuasi secara berkelanjutan, adanya peraturan daerah yang mengatur berbagai hal tentang penambangan, melakukan penelitian/amdal (untuk mengetahui aspek teknis, sosial dan ekonominya), penegakan hukum/peraturan, peningkatan retribusi/pajak daerah dengan memperluas jangkauan objek serta peningkatan kualitas aparat.

Hal-hal tersebut tentunya akan dilakukan dengan lebih terfokus jika telah terbentuk Dinas Pertambangan dan Sumber Daya Air di Pemkab Kebumen pada awal tahun ini, dan menjadi tantangan dalam tugas awalnya. Akankah Pemkab Kebumen, dinas terkait, termasuk LSM serta masyarakat, peduli terhadap kelestarian lingkungan Sungai Luk Ulo demi kepentingan anak cucu kelak? Semua pihak semestinya terpanggil untuk menjawabnya.(76m)

- Ir Chusni Ansori, peneliti geologi pada Balai Informasi dan Konservasi Kebumian (LIPI) Karangsambung Kebumen, mahasiswa S2 UGM

No comment »

Pondok Somalangu

Lebih Tua dari Kebumen

PRASASTI batu zamrud warna hijau seberat 90 kilogram itu masih tersimpan di Pondok Somalangu, Desa Sumberadi, Kecamatan Kebumen. Jika angka di prasasti tahun 979 Hijriyah atau 1475 Masehi benar, pondok tersebut sudah berdiri sebelum nama Kebumen muncul.

Perkiraan berdirinya Pesantren Al Kahfi Somalangu itu diungkapkan KH Afifuddin Chanif Al Hasani atau Gus Afif (40), selaku generasi penerus keturunan ke-16 dan pengasuh pesantren tersebut, Rabu kemarin.

Dia menuturkan, dari berbagai manuskrip dan kitab-kitab kuna yang tersimpan serta risalah sejarah, daerah Kebumen kala itu (1475-an) masih berupa rawa dan hutan. Bahkan daerah Somalangu dulunya hutan lebat.

Lalu siapa sebenarnya pendiri Somalangu? Menurut Gus Afif, pendirinya tidak lain Sayid Muhammad Ishom Al Hasani atau lebih dikenal dengan nama Syekh Abdul Kahfi. Dia ulama yang berasal dari Jamhar, Hadramaut di Yaman.

Konon awalnya Syekh Abdul Kahfi yang suka mengembara dari gua ke gua (sehingga dijuluki Abdul Kahfi), kali pertama mendarat di Pantai Karangbolong. Untuk hal yang satu ini tentu perlu penelitian lagi.

Namun Gus Afif menjelaskan, setelah mendarat di Pantai Karangbolong, Abdul Kahfi berjalan ke Karanganyar. Kala itu ada kampung sudah banyak penghuninya. Ulama dari Yaman itu lalu berhasil mengislamkan salah satu resi, bernama Darapundi. Menandai pengislamaan itu, desa tersebut dinamai Desa Candi.

Abdul Kahfi berjalan ke arah timur (Kebumen) hingga bertemu dua resi lagi, yaitu Candratirto dan Danutirto. Dua resi itu pun bisa menganut Islam dan dua desa tadi kemudian dinamai Desa Candimulyo dan Desa Candiwulan yang Berlokasi dekat dengan Somalangu Desa Sumberadi.

Gus Afif menjelaskan, dari anak keturunan Abdul Kahfi banyak yang menjadi ulama besar. Abdul Kahfi sendiri adalah ulama penasihat raja Raden Fatah Demak dan pernah mewakili Sunan Ampel dalam sebuah forum ulama membahas tentang pengikut Syekh Siti Jenar.

Pondok Somalangu juga masih menyimpan tanda kenang-kenangan dari Hang Tuah, tokoh ulama keturunan Cina Melayu yang pernah datang ke Somalangu. Masih banyak kisah sejarah belum tersibak dari manuskrip dan kitab-kitab kuna karya para leluhur Somalangu.

Cagar Budaya

Muhammad Baehaqi, selaku konsultan perintisan cagar budaya itu mengakui, dari kajian beberapa ahli purbakala yang datang ke Somalangu, memang pesantren tersebut pernah menjadi pusat penyebaran Islam di Jawa. Pihaknya mengusulkan agar Pesantren Somalangu berikut peninggalannya dijadikan cagar budaya religius.

Awalnya memang ada pemikiran sederhana untuk mendirikan perpustakaan dan museum. Namun melihat aset budaya dan sejarah yang tersisa, mulai kitab-kitab lama, bangunan masjid tua, kawasan pondok, ada yoni dan lingga, serta perkampungan dengan rumah-rumah penduduk berarsitektur lama, kawasan Somalangu layak menjadi cagar budaya religius.

Menurut Gus Afif, khusus peninggalan kitab-kitab kuna dan manuskrip itu jumlahnya ribuan. Baru sebagian kecil telah dibaca dan dipelajari oleh ahli dari dinas kepurbakalaan Jateng. Karena itu dibutuhkan tempat sekaligus sistem perawatan naskah-naskah kuna yang sarat dengan tinggalan sejarah itu. Tentu demi kepentingan ilmiah, wisata serta rekonstruksi sejarah.

Demikian pula Masjid Somalangu. Hampir sebagian besar bangunan masjid kuna itu masih seperti adanya. Mulai mustaka masjid, mimbar dan tiang utama. Hanya beberapa tembok dan halaman sudah direnovasi. Bangunan induk berupa saka guru dan mustaka masih asli, sebagaimana awal didirikan sekitar tahun 1475.

Sedangkan rumah pondok tempat belajar, sebagian masih menyisakan bangunan lama. Rumah panggung yang di bawahnya sekaligus ada kolam-kolam tempat wudlu pun masih tersisa. Kompleks pondok itu berjarak hanya nsekitar 1,5 kilometer dari jalan raya Kebumen-Kutoarjo. (Komper Wardopo-42)

No comment »

MENOREH

Menyorot Pedagang Kaki Lima di Alun-alun Kebumen

  • Oleh: Akhmad Khoirul Fahmi

BILA ke Kebumen, datanglah malam hari di alun-alun kota itu. Di sana, akan terasa suasana malam yang hangat, ditaburi sinar lampu lembut dan temaram. Hal ini tak lepas dari kebijakan Pemkab yang mengizinkan para pedagang kaki lima berjualan di sekitar alun-alun.

Sekitar 10 tahun lalu, pada pukul 21.00, kota serasa sudah mati karena memang sepi, nyaris tak ada kehidupan. Bahkan ada yang menyebut suasananya nglangut. Di Kota lain di Jawa Tengah, hampir semua alun-alun meriah. Akan tetapi, sebagai kota kecil, dibanding dengan daerah lain, suasana malam yang hangat tentu menjadi daya tarik tersendiri.

Alun-alun Kebumen tidak kalah dari alun-alun Kota Purwokerto atau kota lain di Jateng. Tingkat kemeriahan dan kehangatannya masih terasa lebih baik. Persoalannya, bukan meriah atau ramainya alun-alun, melainkan seberapa jauh perhatian terhadap usaha kaki lima agar bisa terus eksis dan mampu menjadi salah satu alternatif ekonomi rakyat.

Pemerintah harusnya lebih bisa berperan menciptakan ruang-ruang ekonomi bagi rakyat kecil secara lebih baik. Potensi usaha kaki lima juga terasa di sudut-sudut Kota Kebumen, seperti Jalan Ahmad Yani, Jalan Pahlawan, Jalan Kusuma, Jalan Pemuda. Bahkan di beberapa ruas jalan keluar kota. Selain itu, Kota Gombong dan beberapa kota kecamatan di kabupaten ini juga marak usaha serupa seperti di Karanganyar, Kutowinangun dan Prembun.

Menghidupkan kaki lima merupakan salah satu solusi mengatasi kemacetan sistem ekonomi. Bahwa keterpurukan ekonomi, bukanlah karena bangsa kita malas. Namun terdapat sistem dan tata aturan ekonomi yang tidak adil dan tidak jelas. Hal ini sangat terkait dengan jumlah dan distribusi persebaran uang di suatu negeri dan daerah. Tentu, sistem ini tidak berpihak ke rakyat kecil. Namun hingga sekarang, ada atau tidak perhatian pemerintah, usaha kaki lima masih tetap eksis walaupun sering berbekal modal cekak dan kadang nekat.

Ekonomi Kerakyatan

Dulu, kita memiliki Prof Dr Mubyarto, pakar Ekonomi Pancasila dari UGM. Dalam beberapa gagasannya tentang ekonomi kerakyatan, ekonomi rakyat adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan rakyat secara swadaya mengelola sumber daya apa saja yang bisa dikuasainya untuk memenuhi kebutuhan dasar dan keluarga (Mubyarto: 1997).

Selanjutnya, Pak Muby juga menekankan ekonomi keluarga sebagai fondasi dasar ekonomi kerakyatan. Pandangan ini memang berangkat dari pengamatan dan kenyataan ekonomi bangsa Indonesia. Bahkan konsep Pak Muby ini juga berpijak pada UUD 1945 Pasal 33.

Namun apa daya, antara konsep dan kenyataan sering berbeda. Walaupun tujuannya mulia, persoalan yang ada tidak sekadar kebijakan pemerintah. Hal itu sudah terkait dengan sistem ekonomi global, sehingga seribu satu pendekatan teori ekonomi dicoba, tetap akan macet. Hasilnya, kapitalisme tetap jaya. Barangkali karena kemurahan Tuhan saja yang membuat usaha ini tetap eksis.

Bisakah usaha ekonomi kecil seperti kaki lima atau PKL betul-betul tangguh menghadapi serbuan globalisasi? Selain itu, usaha ini juga berisiko menciptakan ketergantungan uang cash dan kebijakan pemerintah dalam penetapan harga BBM ataupun bahan pokok lainnya.

Harga sepiring nasi goreng, bakmi khas Kebumen ataupun bakso, berkisar Rp 3.500-4000 di alun-Alun Kebumen. Dari sudut jualan kaki lima itu sudah untung. Namun harga ini bisa berubah jika ada kebijakan nasional pada kebutuhan pokok. Para pedagang harus mengalkulasi kembali secara rumit agar tidak rugi.

Jika harga dinaikkan, tentu konsumen mengeluh. Sebab daya beli juga tidak meningkat. Hal ini juga belum memperkirakan saat sepi pembeli karena banyak saingan. Inilah PR pertama pemerintah untuk melindung kelangsungan hidup kaki lima yang mungkin berjumlah ratusan hingga ribuan di Kabupaten Kebumen.

Menjaga Motivasi Kaki Lima

Kaki lima adalah usaha ekonomi informal atau illegal. Sebab, usaha ini tidak perlu izin khusus yang berimplikasi pada penerimaan pajak negara secara langsung. Inilah sulitnya, mengapa negara tidak mau memberi perlindungan pada kaki lima. Jangankan memberikan modal, untuk tidak menganggap mereka sebagai pengganggu ketertiban umum saja sudah baik.

Namun, di balik sifat illegalnya, UKM dan kaki lima telah menghidupi sekian ratus ribu orang, mengurangi pengangguran, dan memberikan harapan hidup bagi masyarakat. Sementara usaha dengan kapital besar, lebih sering menjadikan manusia sebagai sapi perah dan berbiaya tinggi.

Rasanya, persoalan ekonomi Indonesia -apalagi Kebumen- tidak mungkin diselesaikan dengan skala lokal. Sebab, persoalan ekonomi Indonesia adalah persoalan ketergantungan global. Ketergantungan pada modal asing, utang luar negeri, dan teknologi. Bahkan kebijakan politik negeri ini masih sering dimainkan oleh negeri lain. Inilah tantangannya.

Saat ini lebih penting untuk memberi dan menjaga motivasi para pedagang kaki lima (PKL) dan usaha kecil lain yang berbasis pada ekonomi rakyat agar tetap bertahan dan kemampuannya meningkat.

Di sini peran Pemkab untuk selalu memberi stimulan dan semangat agar usaha ini terus berkibar. Semoga, keramaian alun-alun Kebumen yang diwarnai aktivitas pedagang kaki lima itu tetap lestari. (39m)

-Akhmad Khoirul Fahmi S Sos adalah staf pengajar STIE Putra Bangsa Kebumen.

No comment »

gossip jalanan

GOSSIP JALANAN
Chord lagu slank dari album PLUR
Rilis tahun 2004
Produksi Slank Record

 

Pernah kah lo denger mafia judi 

Katanya banyak uang suap polisi                

tentara jadi pengawal pribadi

 

 Apa lo tau mafia narkoba

 keluar masuk jadi bandar di penjara

terhukum mati tapi bisa ditunda

 

 Siapa yang tau mafia selangkangan

Tempatnya lendir2 berceceran

Uang jutaan bisa dapat perawan

 

 Kacau balau … 2x negaraku ini …

 

 Ada yang tau mafia peradilan

tangan kanan hukum di kiri pidana

dikasih uang habis perkara

 

Apa bener ada mafia pemilu

entah gaptek apa manipulasi data

ujungnya beli suara rakyat

 

Mau tau gak mafia di senayan

kerjanya tukang buat peraturan

bikin UUD ujung2nya duit

 

Pernahkah gak denger triakan Allahu Akbar

pake peci tapi kelakuan bar bar

ngerusakin bar orang ditampat2

No comment »

apakah kau ingat ?

aku selalu ingin kembali

dimana aku bisa berkumpul lagi

dengan suasana kampung sendiri

bermain dengan teman teman sendiri

tanpa rasa kebencian dalam hati

No comment »

dua lima

hanya saja waktu

berlalu begitu saja

tanpa mau tahu yang sebenarnya

kusudah coba memberitahu pada dunia

tapi mereka sudah lupa

mereka sudah tak ingat lagi

padahal baru kali ini

kuingin dunia buatku bahagia saat itu

tanpa harus membuat susah orang lain

ya kebahagiaan yang sederhana

bukan kebahagiaan yang serba mewah

buatku hidup itu memang sederhana

walau terkadang relamapu sulit

tergantung cara menyikapinya

aku hanya berharap

kebahagiaan masih ada yang tersisa

dihari ini dan diwaktu yang akan datang

No comment »

v-ixion ku…

saatnya berganti gaya

saatnya berubah cara

dan ini waktunya

aku akan memakainya…

v-ixion yang jadi idaman

kini udah dalam genggaman

yang dulu hanya angan

kini jadi kenyataan

Comments (1) »

Halo dunia!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Comments (1) »